Translate

Pencarian

Halal Gooogling


Setelah melihat dari kenyataan yang ada dimana banyak sekali konten yang tidak islami muncul di internet terutama yang dengan mudah dicari oleh mesin pencari terfavorit saat ini yaitu google, baru-baru ini telah diluncurkan sebuah mesin pencari yang islami dan hanya akan memunculkan konten-konten yang tidak dilarang dalam Islam. Demikian berita yang kami lansir dari al-arabiya.
Situs pencari yang bernama halal googling.com itu akan memblock situs-situs yang haram dan dilarang dalam Islam, mesin penari ini memiliki system filterisasi sendiri.
Selain memfilter situs-situs yang dilarang oleh Islam, halal googling juga melakukan filterisasi atas keyword yang akan dicari. Ketika penulis mencoba untuk menguji beberapa kata haram dan sensitive di situs tersebut, terlihat bila situs tersebut bisa memfilternya dengan baik.
Menurut mesin pencari ini, mereka memiliki 4 komponen utama yang menjadi dasar filterisasi mereka yaitu:
General category filtering – yaitu komponen yang menitik beratkan untuk memfilter kategori
Forbidden sites – filter terhadap situs-situs yang telah masuk ke dalam daftar black list mereka
Link filtering – sebuah feature untuk menghapus situs-situs, blog dan forum dari hasil pencarian mesin mereka
Haram Keywords – yaitu filter terhadap keyword-keyword haram yang masuk kedalam daftar black list keyword
"Meskipun kita telah melakukan yang terbaik untuk membuat service kami seaman mungkin dari konten haram, namun masih banyak yang harus dikerjakan, kita masih ada milestone yang harus diatasi, namun dengan ijin Tuhan (insha Allah) dan dengan bantuan anda, kita akan membuat Halal googling cocok untuk setiap warga muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk meraih tujuan bersama", demikian menurut pernyataan mereka di blog mereka.

Jangan cepat menyerah


ceh - Hendra Syahputra, demikian nama seorang tokoh LDII yang bertugas sebagai Sekretaris DPD LDII Provinsi NAD ini. Beliau beberapa waktu lalu baru saja memenangkan lomba menulis dan photo Capasity Building di Daerah Konflik, yang diadakan The World Bank, Multi Donor Trush Fund, Washington DC.

Bapak yang lahir 32 tahun yang lalu di Bireun tepatnya pada tanggal 24 Oktorber 1976 ini telah memiliki 2 orang anak yaitu putra dan putri dari sang istri yang berprofesi seorang dokter yaitu dr. Sulamsih Sri Budini. Sang Istri sedang menyelesaikan pendidikan dokter spesialis sedangkan Pak Hendra tengah menyelesaikan pendidikan S3 kerjasama dengan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh,  Semester 1  di bidang Economic Development Planning.
Beliau baru saja memenangkan Writing and Photo Competition yang diadakan oleh The World Bank dan MDF. Washington DC pada tanggal 24 Maret 2009. Beruntung redaksi berkesempatan untuk mendapatkan sedikit cerita bagaimana dia mendapatkan pengakuan dari dunia internasional melalui tulisan dan photo.

"Menulis dan membaca, sudah saya senangi sejak kecil. Tahun 2000, saya pernah memenangkan lomba menulis sastra tingkat Nasional, yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan.", demikian menurut beliau yang juga pernah bekerja di Majalah Gatra Jakarta dan Harian Media Indonesia Jakarta. Sebetulnya beliau mendapatkan beberapa penghargaan. Beberapa diantaranya adalah Tahun 1999 pernah memenangkan lomba membaca sastra Piala HB Jassin tingkat Nasional. Beranjak semakin dewasa, pada tahun 2002 tulisannya mengenai pergolakan dan emansipasi perempuan Aceh, memenangkan lomba menulis dan dijadikan laporan utama, ANU University, Australia, dalam bidang Perdamaian dan Resolusi Konflik.

Beliau dengan gamblang menceritakan dengan lugas bagaimana perjalanannya dari awal karir sehingga mencapai prestasi seperti sekarang.

"Tahun 2003, tulisan saya tentang Reportase Gerilya Hutan Aceh, juga masuk dalam Australia Writing. Untuk tahun 2009, yang baru saja terjadi, tulisan saya tentang "Pembangunan di daerah bekas  konflik Aceh", sekaligus photo tentang Capacity Building memenangkan writing and photo competition yang diadakan The World Bank dan MDF. Washington DC.
Ini adalah sebuah kompetisi tahunan yang di adakan The World Bank untuk umum. Saya mempersiapkan materi photo dan tilisan dengan turun ke lapangan selama 3 hari untuk melihat Object nya. Persis hari terakhir pendaftaran saya mendaftar,  Alhamdulilah belum terlambat. Sebulan kemudian tepatnya Maret Lalu, saya diumumkan sebagai pemenang nya, bersama 5 pemenang lainnya. Saya tidak menyangka memenangkan tulisan dan photo ini. Bagi saya photo yang saya kirimkan sangat biasa. Namun bagi juri mungkin ada uniknya. Ada pertolongan Allah bagi saya.
Harapan saya, prestasi bisa kita toreh dimanapun, yang terpenting jangan cepat menyerah untuk mencoba. Berhasil perlu ketulusan hati untuk berjuang dan berusaha, jangan cepat lelah dan menyerah."

Demikian apa yang beliau sampaikan kepada kami. Mudah-mudahan apa yang beliau lakukan akan memberikan inspirasi kepada kita semua untuk berbuat lebih baik lagi.reported by: n3m0