Translate

Pencarian

APAKAH DIA JODOH SAYA?

Muda - Mudi Panam


Acara Bareng Caberawit

Assalaamualaikum wr.wb.
Kalau teman-teman semua saya tanya detik ini, hal apakah yang paling dominan dipikirkan oleh teman-teman saat ini?  Saya coba tebak, yang paling sering dipikirkan oleh teman-teman adalah tentang lawan jenis, betul? Ya, meskipun ada juga yang memikirkan sekolah, kuliah ataupun pekerjaan, akan tetapi yang seringkali muncul menghantui adalah tentang lawan jenis.
Kok bisa begitu ya? Ok, saya akan coba jelaskan berdasarkan teori perkembangan manusia, kurang lebih seperti ini:
TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA REMAJA DAN DEWASA

Masa Remaja
Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif
Menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita
Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social
Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki
Perkembangan skala nilai
Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih adekwat
Persiapan mandiri secara ekonomi
Pemilihan dan latihan jabatan
Mempersiapkan perkawinan dan keluarga

Masa Dewasa Awal
Mulai bekerja
Memilih pasangan hidup
Belajar hidup dengan suami/istri
Mulai membentuk keluarga
Mengasuh anak
Mengelola/mengemudikan rumah tangga
Menerima/mengambil tanggung jawab warga Negara
Menemukan kelompok sosial yang menyenangkan



TAHAPAN PERKEMBANGAN KOGNITIF
Operasi Konkrit (7 - 11 tahun)
Pada tahap ini, anak mulai mampu menggunakan operasi-operasi berpikir karena anak telah mencapai struktus-struktur logik-matematik (logicomathematical).

Operasi Formal (11 tahun ke atas atau awal remaja hingga dewasa)
Pada tahap operasi-operasi berpikir tidak lagi terbatas pada obyek-obyek konkrit, tetapi dapat pula dilakukan pada proposisi verbal dan kondisi hipotetik.

Masa remaja memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan masa anak atau masa dewasa. Karakteristik yang khas inilah yang mewarnai perilaku remaja pada umumnya. 
Pada masa anak, perkembangan berpikir seseorang berada pada tahap Operasi Konkrit, dimana cara pandang terhadap seseuatu semuanya berdasarkan pemikiran yang logis dan sesuatu yang masuk akal. Artinya, ketika seorang anak berbicara sesuatu, mestilah sesuatu itu benda yang berwujud atau ada wujudnya (kongkrit). Seandainya pun membicarakan sesuatu yang tidak berwujud, biasanya selalu dianalogikan dengan sesuatu yang riil. Itulah kenapa, masalah cinta antara laki-laki dan perempuan belum dapat masuk ke logika seorang anak. Dalam lingkungan sosial pun, seorang anak hanya terbatas pada lingkungan rumah, sekolah dan sekitaran tempat tinggal saja. Belum kepada yang lebih luas dari itu.
Menginjak remaja, yang didahului dengan masa pubertas, dimana selalu diiringi dengan perubahan fisik seseorang, menuntut peran yang berbeda. Masa ini disebut masa rawan atau masa bermasalah. Ketika seorang remaja dapat menerima perubahan yang terjadi pada dirinya di lingkungan dan merasa sebagai individu yang diterima oleh lingkungan sekitarnya, cenderung akan berkembang menjadi individu yang sehat secara mental. Hal ini berlaku sebaliknya. Pada masa ini, peran sosial meluas, dengan pemahaman peran antara laki-laki dan perempuan dan mampu menyesuaikan diri dengan peran itu. Dalam kemampuan berpikir, perkembangannya mengarah kepada Operasi Formal, yaitu memiliki kemampuan untuk melakukan konstruktif-abstrak atau sesuatu yang imajinatif. Pada masa ini jelaslah hal-hal yang menyangkut ketertarikan dengan lawan jenis dan kebutuhan akan cinta mulai muncul.

Berdasarkan kedua penjelasan diatas, maka dapat dimaklumi bahwa pada usia-usia Anda saat ini mulai memikirkan mengenai lawan jenis bahkan hingga pasangan hidup, itu semua hal yang wajar.  Wajar ketika semuanya berjalan pada koridor yang benar sesuai tuntunan QHJ (Quran Hadist Jamaah). 
Lalu kenapa muncul orang-orang yang melanggar aturan Quran Hadist Jamaah berkaitan dengan masalah antara laki-laki dan perempuan? 
Ok, saya akan bahas hal ini berdasarkan perspektif psikologi.
Usia remaja adalah peralihan dari masa kanak-kanak yang orientasinya lebih kepada bermain dan berkelompok, menuju masa dewasa dengan tanggung jawab bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga kepada lingkungan keluarga dan sosial yang lebih luas. 
Setiap tahapan usia memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Dimana ketika peran dan tanggung jawab itu dijalankan dengan benar akan menciptakan individu yang sehat secara mental. Peran itu berdasarkan norma dan nilai-nilai masyarakat yang dianut dan disepakati. Contoh peran seorang perempuan di masyarakat pada umumnya adalah sebagai pengelola rumah tangga, maka perempuan remaja belajar untuk memerankan hal ini dalam kehidupan sehari-hari dengan mengatur dan memperindah rumah.
Bagi kita yang didasari oleh norma Quran Hadist Jamaah, maka selain norma masyarakat pada umumnya, aturan-aturan yang berdasarkan Quran Hadist Jamaah menjadi acuan utama dalam berperilaku. Selama aturan dan norma yang berlaku didalamnya dilaksanakan dengan benar, maka kita berkembang menjadi individu yang sehat secara mental.
Permasalahan muncul ketika seorang remaja J dengan alasan apapun kemudian berperilaku diluar aturan Quran Hadist Jamaah. Dengan berperilaku diluar aturan Quran Hadist Jamaah, maka hal ini dapat dikategorikan individu yang tidak sehat secara mental, ups hehe... karena tidak mampu memerankan diri berdasarkan norma yang dianut secara umum. Secara teori perkembangan, individu seperti ini belum mampu menjalankan tugas perkembangannya dengan sempurna. Belum dapat bertanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya dengan benar #jleb.
Untuk Anda remaja perempuan yang cantik, pertanyaan besarnya adalah, apakah Anda mau diri Anda bersandar kepada laki-laki yang memiliki perilaku seperti itu? Menyerahkan masa depan kepada lelaki yang seperti itu? Yakin? Ah... saya tidak yakin...hehe..
Untuk Anda lelaki remaja lelaki sejati, pertanyaan besarnya adalah, apakah Anda mau menikahi perempuan yang berperilaku seperti itu? Yakin? Ah, rasa-rasanya saya tidak, hehe...
Pepatah “Burung selalu terbang dan berkumpul dengan sejenisnya” identik dengan salah satu hadits yang menerangkan untuk mengetahui seseorang, hendaknya lihat siapa teman bergaulnya. Orang yang berteman dengan pandai besi, maka akan terkena baunya sedangkan orang yang berteman dengan pedagang minyak wangi akan terkena baunya. Orang baik selalu akan berteman dengan orang baik dan sebaliknya orang tidak baik selalu mencari orang yang tidak baik. Ini semua tentang frekuensi dalam alam bawah sadar manusia. Orang-orang yang memiliki frekuensi yang sama selalu berusaha untuk bersama.

Jadi, kalau Anda merasa Anda adalah orang baik, berusaha keraslah untuk selalu berteman dengan orang yang baik-baik, maka insyaalloh akan mendapat pasangan dan berjodoh dari kalangan orang baik-baik juga. Niatnya baik, perilakunya baik, maka insyaalloh jalan-Nya akan membawa Anda pada belahan jiwa yang tepat. Ingat, pasangan yang benar dan tepat tidak berusaha sedikitpun untuk merusak Anda!

Sekarang kita coba berkhayal sebentar. Detik ini Anda berperan sebagai seorang yang kaya raya, sejauh mata memandang, diseluruh sudut rumah Anda hanyalah uang dan uang, hehe... jangan bangunin saya ya... Nah, suatu ketika Anda merasa perlu untuk menginvestasikan uang Anda supaya dapat berlipat-lipat lagi. Singkat cerita ada 2 orang calon pengelola investasi Anda. Orang pertama, perilakunya serius berpakaian rapi, dia datang dengan membawa portofolio usahanya, dan membawa beberapa prospektus usahanya. Orang kedua, dengan pakaian santai, mengenakan sarung dan bawa gayung yang didalamnya ada odol, sabun, sampo dan sikat gigi. Siapa yang akan Anda pilih sebagai pengelola investasi Anda? Jangan bercanda deeehh... ya jelas orang pertama lah... Ok, pertanyaan saya berikutnya adalah, kenapa orang pertama? Ya iyalah, karena orang pertama serius dan niat... 
Well teman-teman, hal inilah yang disebut dengan KEPATUTAN. Orang yang memang pantas untuk mendapatkan sesuatu, cenderung akan mendapatkan hal yang diinginkannya. Bingung? Contohnya begini, orang yang ingin menjadi kaya, tapi kelakuannya malas, sedikit usaha banyak santai, apakah itu pantas? Itu patut? Begitu pula dengan kita yang mengharapkan jodoh yang baik, faham, cantik atau ganteng, dan bla..bla.. lainnya, pertanyaannya adalah, apakah kita sudah pantas untuk mendapatkannya? #jleb.
So, barangkali ini beberapa tips dalam mencari jodoh yang tepat dalam koridor yang benar dan bisa dijadikan pedoman, halah...:
1. Nyamanlah dengan diri sendiri, terima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Mawas diri dan koreksi semaksimal mungkin kelemahan dan fokus kepada pengembangan kelebihan diri kita. Tunjukkan pada dunia bahwa kita orang yang unggul. Sekali Anda mengirimkan sinyal-sinyal, siap-siaplah ada seseorang yang menangkap sinyal itu.
2. Saya yakin Anda dan kita semua adalah orang-orang baik, maka berperilakulah layaknya orang baik. Orang baik jodohnya orang baik juga, kan?
3. Jangan pernah merasa minder, sehingga menganggap diri tidak pantas berjodoh dengan orang-orang yang faham. Alhasil ketika diajak melanggar manut-manut saja. Ingat, Alloh bersama persangkaan hamba pada-Nya. Sangkalah baik selalu.

4. Kalau sudah merasa mampu, maka menikahlah. Karena menikah itu: menjaga diri dari pelanggaran, menyempurnakan 2/3 agama, memperbanyak jalannya rejeki, pahalanya pol..pol..pol... Kalau belum mampu, jangan sok mampu dengan banyak melanggar. Banyak pelanggaran antara laki-laki dan perempuan itu cirinya orang tidak bertanggung jawab.

5. Mematutkan diri, banyak berdoa kepada Alloh, maka jalanNya akan menunjukkan hal yang baik.

Ok teman-teman, jalanin hidup dengan senang, benar dan tetap semangat!

Jakarta, 7 Mei 2011
Indra Maulana, Psi.

2 komentar: